top of page
Search

Aksi AreK (AkarTuli) Malang

  • Writer: Fathurrahman Rijal
    Fathurrahman Rijal
  • Nov 29, 2025
  • 2 min read

Updated: Jan 4











Komunitas Akartuli Malang menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses komunikasi bagi Teman Tuli di berbagai lingkungan. Salah satu upaya nyata yang dijalankan adalah penyelenggaraan Program Kelas Bahasa Isyarat Tingkat Level 2, sebuah program lanjutan bagi para peserta yang telah menyelesaikan level dasar dan ingin meningkatkan kemampuan isyarat mereka.


Program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan murid yang ingin lebih siap dalam berinteraksi dengan Teman Tuli, terutama bagi mereka yang bercita-cita menjadi Juru Bahasa Isyarat (JBI) maupun relawan pendamping. Banyak peserta merasa bahwa kemampuan dasar saja belum cukup saat mereka terlibat dalam aktivitas di luar ruangan, kegiatan organisasi, ataupun situasi di tempat umum yang menuntut komunikasi cepat dan akurat.


Dalam suasana belajar yang hangat dan penuh semangat seperti yang terlihat pada foto kegiatan kelas, para peserta Level 2 dilatih untuk memahami kosa kata lanjutan, struktur narasi, serta praktik tanya-jawab situasional. Materi disusun agar mereka mampu membangun komunikasi yang lebih alami ketika mendampingi Teman Tuli dalam berbagai aktivitas—baik di ruang publik, acara komunitas, hingga situasi darurat yang membutuhkan respon tepat.


Selain meningkatkan kemampuan teknis, program ini juga menanamkan nilai empati, kesadaran budaya Tuli, serta etika komunikasi. Hal ini penting agar setiap pendamping atau calon JBI tidak hanya mahir dalam bahasa isyarat, tetapi juga memahami cara berinteraksi yang menghargai identitas dan pengalaman Teman Tuli.


Kelas Level 2 dari Akartuli Malang bukan sekadar ruang belajar, melainkan wadah untuk membangun solidaritas dan memperkuat jembatan komunikasi antara dunia dengar dan dunia Tuli. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan semakin banyak individu yang mampu menjadi perantara komunikasi yang amanah, kompeten, dan peduli.


Komunitas terus membuka pintu bagi siapa pun yang ingin belajar, berkembang, dan turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif. Melalui langkah kecil namun bermakna ini, Akartuli Malang membuktikan bahwa bahasa isyarat bukan hanya keterampilan—tetapi juga jembatan kemanusiaan.

 
 
 

Comments


bottom of page